Kamis, 29 Mei 2014
Rabu, 05 Maret 2014
Minggu, 23 Februari 2014
Biografi Ustadz Yusuf Mansur
Biografi
Yusuf
Mansur
Nama :
Ustadz Yusuf
Mansur
Penghargaan
:
·
Lulusan
terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat.
Biografi
Selepas SMA, Yusuf melanjutkan pendidikannya ke jurusan informatika. Tapi sayang, kuliahnya terbengkalai karena ia lebih suka balapan motor. Kemudian pada tahun 1996, dengan berbekal sedikit ilmunya di bidang informatika, Yusuf memberanikan diri untuk berLihat Daftar Tokoh Pengusaha bisnis. Akan tetapi bukannya keuntungan yang diraih, Yusuf justru terlilit hutang hingga milyaran rupiah. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ia pun terpaksa mendekam di penjara selama 2 bulan.
Setelah menyelesaikan hukuman, ia mencoba
untuk membangun kembali Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnisnya yang sempat terpuruk. Namun, dewi fortuna tampaknya masih enggan memihak padanya. Untuk kali kedua, Lihat Daftar Tokoh Pengusaha bisnis yang dirintisnya kembali mengalami kegagalan dan Yusuf pun kembali terlilit utang. Tepat di tahun 1998, Yusuf kembali menjadi 'warga binaan'.
Namun pengalaman yang kedua meringkuk di bui ini mendatangkan hikmah untuk perjalanan hidup Yusuf selanjutnya. Di penjara, Yusuf mulai memikirkan tentang indahnya berbagi dengan sesama, berawal ketika ia memberikan roti miliknya kepada kawanan semut seraya berkata "Semut, kamu sudah saya beri roti yang cuma satu ini, tolong doakan saya biar mendapat rezeki yang banyak dan barokah ya...!". Begitu doa Ustadz Yusuf Mansur saat itu. Sejak saat itu ia bertekad untuk menerapkan konsep bersedekah dalam tiap sendi kegiatannya.
Usai menghirup udara bebas, Ustadz Yusuf kembali berbisnis, namun kali ini bukan di bidang informatika seperti usahanya yang terdahulu. Ustadz Yusuf memilih untuk berjualan es di Terminal Kali Deres. Ia menjalankan usahanya dengan tak lupa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk bersedekah. Ia yakin dengan bersedekah, rezeki seseorang bukan berkurang tapi malah justru bertambah. Dengan keyakinan dan keikhlasan itu, usaha suami Siti Maemunah itu pun terus mengalami kemajuan. Pada awalnya ia berjualan dengan memakai termos, perlahan tapi pasti ia mulai menggunakan gerobak. Bahkan untuk membantu bisnisnya yang semakin berkembang pesat ia pun mempekerjakan beberapa orang karyawan.
Karirnya sebagai pendakwah bermula saat perkenalannya dengan seorang Kapolri (1968-1971)
polisi yang memperkenalkannya dengan sebuah LSM. Di sela-sela kegiatannya dalam LSM itu, ia menuangkan pengalamannya sewaktu di penjara saat rindu dengan orang tua yang kemudian dimuat dalam buku bertajuk Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Tanpa disangka, proyek yang berawal dari keisengannya itu mendapat respon positif dari khalayak. Undangan untuk menjadi pembicara pun mulai berdatangan, mulai dari sekadar bedah buku tersebut hingga pada akhirnya undangan ceramah. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.
Ustadz Yusuf semakin melebarkan sayapnya untuk mensyiarkan agama Islam ketika bertemu dengan Yusuf Ibrahim, produser dari label PT Virgo Ramayana Record. Ustadz berperawakan mungil itu kemudian meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.
Tak berhenti sampai di situ saja, ia juga mengemas ceramahnya dalam bentuk tayangan di televisi yang diberi nama Maha Kasih. Tak tanggung-tanggung, ia juga turut menunjukkan kemampuannya berakting dalam tayangan yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt. Dalam tayangan yang berdasarkan kisah nyata itu, ia menyerukan keutamaan sedekah.
Di samping tayangan televisi, ayah tiga anak ini juga menggarap sebuah film layar lebar berjudul Kun Fa Yakuun. Film religi yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro dan Desy Ratnasari ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.
Ia juga mendirikan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang. Selain itu ia juga mengembangkan kelompok pengajian yang diberi nama Wisata Hati. Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Yusuf Mansyur juga merupakan penggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi 'laboratorium' sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisata Hati.
Donasi dari Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati. Selain itu, meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.
bisnisnya yang sempat terpuruk. Namun, dewi fortuna tampaknya masih enggan memihak padanya. Untuk kali kedua, Lihat Daftar Tokoh Pengusaha bisnis yang dirintisnya kembali mengalami kegagalan dan Yusuf pun kembali terlilit utang. Tepat di tahun 1998, Yusuf kembali menjadi 'warga binaan'.
Namun pengalaman yang kedua meringkuk di bui ini mendatangkan hikmah untuk perjalanan hidup Yusuf selanjutnya. Di penjara, Yusuf mulai memikirkan tentang indahnya berbagi dengan sesama, berawal ketika ia memberikan roti miliknya kepada kawanan semut seraya berkata "Semut, kamu sudah saya beri roti yang cuma satu ini, tolong doakan saya biar mendapat rezeki yang banyak dan barokah ya...!". Begitu doa Ustadz Yusuf Mansur saat itu. Sejak saat itu ia bertekad untuk menerapkan konsep bersedekah dalam tiap sendi kegiatannya.
Usai menghirup udara bebas, Ustadz Yusuf kembali berbisnis, namun kali ini bukan di bidang informatika seperti usahanya yang terdahulu. Ustadz Yusuf memilih untuk berjualan es di Terminal Kali Deres. Ia menjalankan usahanya dengan tak lupa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk bersedekah. Ia yakin dengan bersedekah, rezeki seseorang bukan berkurang tapi malah justru bertambah. Dengan keyakinan dan keikhlasan itu, usaha suami Siti Maemunah itu pun terus mengalami kemajuan. Pada awalnya ia berjualan dengan memakai termos, perlahan tapi pasti ia mulai menggunakan gerobak. Bahkan untuk membantu bisnisnya yang semakin berkembang pesat ia pun mempekerjakan beberapa orang karyawan.
Karirnya sebagai pendakwah bermula saat perkenalannya dengan seorang Kapolri (1968-1971)
polisi yang memperkenalkannya dengan sebuah LSM. Di sela-sela kegiatannya dalam LSM itu, ia menuangkan pengalamannya sewaktu di penjara saat rindu dengan orang tua yang kemudian dimuat dalam buku bertajuk Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Tanpa disangka, proyek yang berawal dari keisengannya itu mendapat respon positif dari khalayak. Undangan untuk menjadi pembicara pun mulai berdatangan, mulai dari sekadar bedah buku tersebut hingga pada akhirnya undangan ceramah. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.
Ustadz Yusuf semakin melebarkan sayapnya untuk mensyiarkan agama Islam ketika bertemu dengan Yusuf Ibrahim, produser dari label PT Virgo Ramayana Record. Ustadz berperawakan mungil itu kemudian meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.
Tak berhenti sampai di situ saja, ia juga mengemas ceramahnya dalam bentuk tayangan di televisi yang diberi nama Maha Kasih. Tak tanggung-tanggung, ia juga turut menunjukkan kemampuannya berakting dalam tayangan yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt. Dalam tayangan yang berdasarkan kisah nyata itu, ia menyerukan keutamaan sedekah.
Di samping tayangan televisi, ayah tiga anak ini juga menggarap sebuah film layar lebar berjudul Kun Fa Yakuun. Film religi yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro dan Desy Ratnasari ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.
Ia juga mendirikan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang. Selain itu ia juga mengembangkan kelompok pengajian yang diberi nama Wisata Hati. Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Yusuf Mansyur juga merupakan penggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi 'laboratorium' sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisata Hati.
Donasi dari Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati. Selain itu, meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.
Saya mengidolakan tokoh yang bernama
ustadz Yusuf Mansur karena:
Beliau
adalah sosok pemimpin ataupun suri tauladan yang baik bagi seluruh umat
manusia. Selain itu beliau telah memotivasi banyak orang agar lebih mensyukuri
kehidupan di dunia yang singkat ini, termasuk saya sendiri. Beliau mengajarkan
banyak hal tentang kehidupan yang pernah beliau alami semasa hidupnya, muali
dari rasa susah hingga sampai sukses seperti sekarang. terutama tentang makna
bersedekah. Beliau tak tanggung-tanggung untuk memberikan sedekah kepada orang
lain.
Langganan:
Postingan (Atom)